Contoh Skripsi : SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS KOBALT(II) DENGAN SULFADIAZIN DAN SULFAMERAZIN

 ABSTRAK



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sintesis kompleks, formula, dan karakteristik dari masing – masing senyawa kompleks yang terbentuk. Kompleks Co(II) dengan sulfadiazin dan sulfamerazin telah disintesis dengan perbandingan mol logam dan mol ligan 12 : 2 dan 6 : 1 dalam metanol.

Formula kompleks yang diperkirakan dari analisis kadar Co dalam kompleks dengan Spektroskopi Serapan Atom (SSA) adalah Co(sfdz)3(NO3)2(H2O)n (n = 2,3,4) dan Co(smrz)4(NO3)2(H2O)n (n = 0,1,2,3,4). Perbandingan muatan kation dan anion yang diperkirakan dari pengukuran daya hantar listrik dengan konduktivitimeter menunjukkan perbandingan muatan kation : anion = 2:1. Analisis termal dengan Differential Thermal Analyzer (DTA) mengindikasikan adanya H2O dalam kompleks. Data spektra IR menunjukkan pergeseran serapan gugus fungsi NH2 primer yang mengindikasikan gugus fungsi tersebut terkoordinasi pada atom pusat Co2+ secara monodentat. Pengukuran momen magnet dengan Magnetic Susceptibility Balance (MSB) menunjukkan bahwa kedua kompleks bersifat paramagnetik dengan µeff = 4,59 – 4,97 BM. Harga absorptivitas molar kompleks Co(sfdz)3(NO3)2(H2O)n (n = 2,3,4) adalah 23,36 L.mol-1cm-1 sedangkan untuk kompleks Co(smrz)4(NO3)2(H2O)n (n = 0,1,2,3,4) adalah 27,19 L.mol-1cm-1.Hal ini mengindikasikan kedua kompleks berstruktur oktahedral dengan rumus [Co(sfdz)3(H2O)3](NO3)2.nH2O(n=0,1)dan [Co(smrz)4(H2O)2](NO3)2.nH2O (n = 0,1,2)


DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL……………………………………………………… i

HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………. ii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN………………………………. iii

ABSTRAK………………………………………………………………… iv

ABSTRACT……………………………………………………………….. v

MOTTO……………………………………………………………………. vi

HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………… vii

KATA PENGANTAR……………………………………………………... viii

DAFTAR ISI……………………………………………………………….. x

DAFTAR TABEL………………………………………………………….. xiii

DAFTAR GAMBAR………………………………………………………. xiv

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………….. xvi

LAMPIRAN TABEL……………………………………………………….. xvii

LAMPIRAN GAMBAR……………………………………………………. xviii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………….. 1

A. Latar Belakang Masalah…………………………………………. 1

B. Perumusan Masalah……………………………………………… 2

1. Identifikasi Masalah…………………………………………… 2

2. Batasan Masalah………………………………………………. 3

3. Rumusan Masalah……………………………………………… 3

C. Tujuan Penelitian…………………………………………………. 3

D. Manfaat Penelitian………………………………………………… 3

BAB II LANDASAN TEORI……………………………………………….. 4

A. Tinjauan Pustaka………………………………………………….. 4

1. Kompleks Kobalt(II)…………………………………………… 4

2. Teori Pembentukan Kompleks…………………………………. 6

a. Teori Ikatan Valensi……………………………………….. 6

b. Teori Medan Kristal……………………………………….. 8

c. Teori Orbital Molekul……………………………………… 12

3. Spektrum Elektronik Kompleks Kobalt(II)……………………. 14

4. Sifat Magnet………………………………………………… 15

5. Spektroskopi Infra Merah……………………………………… 18

6. Daya Hantar Listrik……………………………………………. 21

7. Differential Thermal Analysis………………………………….. 22

8. Sulfadiazin dan Sulfamerazin…………………………………... 23

B. Kerangka Pemikiran………………………………………………... 24

C. Hipotesis…………………………………………………………… 27

BAB III METODOLOGI PENELITIAN……………………………………… 28

A. Metode Penelitian………………………………………………….. 28 B. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………… 28

C. Alat dan Bahan…………………………………………………….. 28

1. Alat……………………………………………………………. 28

2. Bahan………………………………………………………….. 29

D. Prosedur Penelitian………………………………………………… 29

1. Diagram Percobaan…………………………………………….. 29

2. Sintesis Senyawa Kompleks…………………………………… 32

a. Sintetis Kobalt(II) dengan Sulfadiazin………………………. 32

b. Sintetis Kobalt(II) dengan Sulfamerazin……………………. 32

3. Penentuan Kadar Kobalt dengan AAS…………………………. 32 4. Analisis DTA…………………………………………………… 32

5. Pengukuran Daya Hantar Listrik……………………………….. 32

6. Pengukuran Momen Magnet……………………………………. 33

7. Pengukuran Spektra Elektronik…………………………………. 33

8. Pengukuran Spektra Infra Merah……………………………….. 33

E. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data…………………………… 33

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………….. 35

A. Sintetis Kompleks…………………………………………………. 35

1. Sintetis Kompleks Kobalt(II) dengan Sulfadiazin…………… 35

2. Sintetis Kompleks Kobalt(II) dengan Sulfamerazin…………. 36

B. Penentuan Formula Kompleks…………………………………… 37

1. Penentuan Kadar Kobalt dalam Kompleks…………………… 37

2. Pengukuran Daya Hantar Listrik…………………………….. 38

3. Analisis Termal dengan DTA………………………………… 39

4. Identifikasi Gugus Fungsi dari Spektra IR…………………… 42

C. Karakteristik dan Struktur Kompleks…………………………… 45 1. Sifat Kemagnetan……………………………………………. 45 2. Spektrum Elektronik…………………………………………. 46 D. Perkiraan Struktur Kompleks……………………………………. 49

1. Perkiraan Struktur Kompleks [Co(sfdz)3(H2O)3](NO3)2.nH2O 49 2. Perkiraan Struktur Kompleks [Co(smrz)4(H2O)2](NO3)2 .nH2O 50 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan………………………………………………………. 52 B. Saran……………………………………………………………... 52

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….. 53

LAMPIRAN…………………………………………………………………… 56


BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah


Senyawa kompleks memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari –hari. Aplikasi senyawa ini meliputi bidang kesehatan, farmasi, industri, dan lingkungan. Manusia setiap hari senantiasa memerlukan oksigen untuk bernapas. Proses pengikatan oksigen oleh Fe menjadi senyawa kompleks dalam tubuh merupakan salah satu contoh aplikasi senyawa kompleks dalam keseharian. Senyawa kompleks terbentuk akibat terjadinya ikatan kovalen koordinasi antara suatu atom atau ion logam dengan suatu ligan ( ion atau molekul netral ). Logam yang dapat membentuk kompleks biasanya merupakan logam transisi, alkali, atau alkali tanah. Studi pembentukan kompleks menjadi hal yang menarik untuk dipelajari karena kompleks yang terbentuk dimungkinkan memberi banyak manfaat, misalnya untuk ekstraksi dan penanganan keracunan logam berat.

Kobalt merupakan salah satu logam unsur transisi dengan konfigurasi elektron 3d7 yang dapat membentuk kompleks. Kobalt yang relatif stabil berada sebagai Co(II) ataupun Co(III). Namun dalam senyawa sederhana Co, Co(II) lebih stabil dari Co(III). Ion – ion Co2+ dan ion terhidrasi [Co(H2O)6]2+ stabil di air. Kompleks kobalt dimungkinkan dapat terbentuk dengan berbagai macam ligan, diantaranya sulfadiazin dan sulfamerazin. Sulfadiazin dan sulfamerazin merupakan ligan yang sering digunakan untuk obat antibakteri. Keduanya merupakan turunan dari sulfonamid yang penggunaannya secara luas untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan Gram-negatif tertentu, beberapa jamur, dan protozoa (Siswandono dan Soekardjo : 1995 ).

Guru, Goutam and Goutam (2004) telah melaporkan terbentuknya kompleks Zn(II) - sulfadiazin dimana sulfadiazin terkoordinasi secara bidentat terhadap atom pusat Zn2+ melalui atom NH sekunder dan N tersier. Sedangkan Saptorini (2003) melaporkan terbentuknya kompleks Cu(II)-sulfadiazin dan Cu(II)-sulfamerazin dimana sulfadiazin terkoordinasi secara bidentat melalui NH sekunder dan N tersier dan sulfamerazin terkoordinasi secara monodentat pada ion pusat Cu2+ melalui NH2 primer. Kompleks Hg(II)-sulfadiazin dan Hg(II)-sulfamerazin telah berhasil disintetis oleh Hossain, Amoroso, Banu, Malik (2006) dengan sulfadiazin terkoordinasi secara tridentat melalui N sekunder dan N tersier dan sulfamerazin terkoordinasi secara bidentat melalui NH sekunder dan N tersier pada ion pusat Hg2+. Dengan Co2+, sulfadiazin dan sulfamerazin dimungkinkan dapat terkoordinasi secara monodentat melalui NH2 primer maupun bidentat melalui NH sekunder dan N tersier. Oleh karena itu sintesis dan karakterisasi kompleks Co(II)-sulfadiazin dan Co(II)-sulfamerazin menarik untuk dipelajari.


NOMOR FILE SKRIPSI : Skripsi Kimia 2

DOWNLOAD DISINI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kata Pembuka Sidang Skripsi dan Presentasi

Contoh Skripsi : Pengetahuan perawat tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus yang mengalami kegawatan pernafasan

Contoh Skripsi : DOMINASI KEKUASAAN DAN RESISTENSI MASYARAKAT Studi Konflik Peremajaan Pasar Senapelan di Kota Pekanbaru, Riau